Oleh: Bero Boma
Penjara, pukulan, penghadangan dan kekerasan militer itu pura-pura tidak dirasakan sakit, tetapi karena kesakitan itu mendewasakan kita dan sedang tempatkan diri kita di dalam arena perlawanan yang jituh.
Jangan percaya hukum kolonial, tetapi kita perlu berikan tamparkan kepada mereka dengan kesadaran dari kita secara damai dan bermartabat sebagai kedaulatan politik kita. Sehingga semakin banyak orang mengetahui siapa sesungguhnya yang kriminal, penyebar teror, pengganggu ketertiban sosial dan penjara.
Hukum kolonial adalah panggung pembebasan kita.
Lanjutkan bicara, beraksi, bergerilya, dan bergerak menuliskan gagasan cita-cinta rakyat bangsa Papua seindah mungkin, seterang-terangnya, seluas-seluasnya.
Kita selalu diperhadapkan dengan situasi yang memang membuat kita takut dan trauma akan tetapi itu hanya ujian iman perjuangan kita
Polisi melarang kita aksi, walaupun kita lalui semua prosedur hukum dengan patuh. mereka tidak mau tuntutan Papua Merdeka didengar publik luas,
Negara takut tuntutan Papua Merdeka memenangkan ruang publik, Jangan takut ikut aksi, diskusi dan kegiatan2 Papua merdeka lainya
Melalui keterlibatan kita dalam aksi massa adalah kedaulatan politik kita yang menunjukan sikap kita adalah bangsa yang besar punya hak untuk bebas dan berdaulat.
Bersama sejarah sang bintang kejora
Penulis adalah Aktivis AMP pro-demokrasi
Diberdayakan oleh Blogger.
Cat-1
Cat-2
Cat-3
Cat-4
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
About Me
Popular Posts
-
Revolusioner Menuju Jalan Pembebasan
Aliansi Mahasiswa Papua OPINI, KABARMAPEGAA.COM – Masa kini menjadi sesuatu yang menarik membahas konsep revolusioner, karena berkai... -
Bapak Pendeta Dr. Noakh Nawipa: Jokowidodo Harus Jujur Untuk Masalah Papua.
Foto, Bapak Pdt, Dr. Noakh Nawipa Oleh : Mateus A. Tekege Indonesia harus jujur untuk masalah Papua. Politik ekonomi dan pembang... -
Prosesi Umat Paroki Menempuh 3 KM
Foto Jalan Salib Gereja Segala Orang Kudus Diyai, Tibar Tigi Barat Deiyai-- Perayaan umat paroki "Segala Orang Kudus" Diyai d... -
Mahasiswa Bandung diskusikan jurnalisme dan pers di Papua
Ahmad Yunus (tengah) dan Victor Mambor (kanan), dua pembicara dalam diskusi jurnalisme di Papua yang diselenggarakan di Bandung, Sabtu (... -
Fransiskus Bobii Kembali Jabat Kadistrik Tigi Barat.
Ketika berlangsungnya Pelantikan tiga kepala distrik yaitu Distrik Tigi Barat, Distrik Bouwobado, Distrik Kapiraya di Kabupaten Deiyai. (...



Tidak ada komentar